Panduan Etika Memberikan Hadiah Imlek yang Tepat dan Sopan
Etika memberikan hadiah Imlek, mulai dari makna filosofis, aturan warna dan angka, hingga barang-barang tabu yang wajib dihindari.
Corporate Gifts ID — Bayangkan Anda sudah mempersiapkan hadiah
terbaik untuk rekan bisnis atau kerabat yang merayakan Imlek, namun saat
memberikannya, ekspresi wajah mereka justru berubah masam.
Niat hati ingin mempererat hubungan,
yang terjadi justru momen canggung yang berpotensi merusak reputasi profesional
Anda hanya karena ketidaktahuan akan tradisi.
Dalam budaya Tionghoa, memberikan
hadiah bukan sekadar pertukaran barang, melainkan bahasa simbolis yang sarat
makna.
Kesalahan kecil seperti salah
memilih warna kertas kado atau memberikan jumlah barang yang "salah"
bisa ditafsirkan sebagai doa buruk atau ketidaksopanan.
Tentu, Anda tidak ingin niat baik
tersebut berakhir dengan penyesalan di kemudian hari karena melewatkan
detail-detail krusial ini.
Panduan ini akan memandu saya dan
Anda untuk memahami etika memberikan hadiah Imlek yang benar, memastikan setiap
pemberian membawa keberuntungan dan penghormatan, bukan kesalahpahaman.
Memahami Makna di Balik Tradisi
Memberi Hadiah
Sebelum kita melangkah lebih jauh ke
teknis pemilihan barang, penting bagi kita untuk menyelami makna memberikan souvenir imlek itu sendiri.
Dalam tradisi Tionghoa, hadiah
adalah perpanjangan dari doa dan harapan baik si pemberi kepada penerima untuk
tahun yang akan datang.
- Simbol Keharmonisan: Hadiah berfungsi sebagai
"pelumas" hubungan sosial (guanxi), mempererat tali persaudaraan
atau kemitraan bisnis agar berjalan mulus sepanjang tahun.
- Pertukaran Nasib Baik: Memberi hadiah dianggap
sebagai cara untuk membagikan keberuntungan (hoki). Jika etika dilanggar,
dipercaya dapat memutus aliran keberuntungan tersebut bagi kedua belah
pihak.
- Bentuk Penghormatan (Li): Ini adalah manifestasi dari
nilai kesopanan Konfusianisme, di mana yang muda menghormati yang tua, dan
bawahan menghormati atasan melalui gestur pemberian yang tepat.
Aturan Warna dan Angka yang Wajib
Diketahui
Estetika visual dan numerologi
memegang peranan vital dalam menentukan apakah sebuah hadiah akan diterima
dengan sukacita atau kerutan di dahi.
Berikut adalah pakem dasar yang
tidak boleh Anda tawar ketika mempersiapkan bingkisan.
- Dominasi Warna Merah: Merah melambangkan api,
kegembiraan, dan keberuntungan yang dapat menangkal roh jahat. Pastikan
elemen ini mendominasi tips memilih kemasan imlek Anda, baik itu
pita, kotak, atau kertas pembungkus.
- Sentuhan Emas (Gold): Warna ini merepresentasikan
kemakmuran dan kekayaan. Kombinasi merah dan emas adalah duo paling aman
dan prestisius dalam etika Imlek.
- Hindari Putih dan Hitam: Secara mutlak, hindari
pembungkus berwarna putih atau hitam polos karena kedua warna ini
diasosiasikan kuat dengan suasana duka atau pemakaman.
- Kekuatan Angka Genap: Berikan hadiah dalam jumlah
genap (sepasang, empat pasang, dll) karena angka ganjil sering dikaitkan
dengan kesendirian atau perpisahan.
- Larang Keras Angka Empat: Meskipun genap, angka empat
(si) memiliki pelafalan yang mirip dengan kata "mati".
Memberikan empat buah jeruk atau barang berjumlah empat adalah pantangan
besar.
- Keistimewaan Angka Delapan: Jika memungkinkan, sesuaikan
jumlah isi dengan angka delapan yang identik dengan kekayaan tak
terhingga.
Barang-Barang yang Pantang Diberikan
atau Tabu
Meskipun isi souvenir imlek
bisa sangat beragam, ada beberapa benda spesifik yang memiliki konotasi negatif
secara linguistik maupun simbolis.
Menghindari barang-barang ini adalah
langkah preventif agar Anda tidak dianggap mendoakan keburukan.
- Jam (Terutama Jam Dinding): Frasa "memberikan
jam" (song zhong) terdengar persis seperti "mengantar ke
pemakaman". Memberi jam dianggap menyiratkan bahwa waktu penerima
sudah habis.
- Benda Tajam (Gunting/Pisau): Memberikan benda tajam
dimaknai sebagai keinginan untuk memutus hubungan persaudaraan atau kerja
sama bisnis yang sedang terjalin.
- Sepatu:
Dalam dialek tertentu, kata sepatu terdengar seperti desahan napas atau
nasib buruk. Selain itu, memberi sepatu bisa dimaknai membiarkan orang
tersebut "berjalan pergi" dari hidup Anda.
- Sapuutangan: Benda ini secara tradisional digunakan untuk
menyeka air mata saat pemakaman, sehingga memberikannya diasosiasikan
dengan ucapan selamat tinggal selamanya.
- Buah Pir:
Berbagi buah pir (fen li) terdengar seperti "berpisah". Jika
ingin memberi buah, jeruk mandarin adalah opsi terbaik karena melambangkan
emas.
- Cermin:
Dipercaya dapat menarik hantu atau barang pecah belah yang rapuh,
menyimbolkan hubungan yang mudah retak.
Etika dan Tata Cara Menyerahkan
Hadiah
Selain objeknya, cara Anda
menyerahkan hadiah menunjukkan tingkat integritas dan pemahaman budaya Anda.
Tips souvenir imlek tidak lengkap tanpa membahas bahasa
tubuh saat prosesi pemberian berlangsung.
- Gunakan Kedua Tangan: Selalu serahkan dan terima
hadiah menggunakan kedua tangan. Ini menunjukkan penghormatan penuh dan
ketulusan hati, berbeda dengan memberi satu tangan yang terkesan
meremehkan.
- Mulailah dari yang Tertua: Dalam pertemuan keluarga atau
bisnis, dahulukan memberikan hadiah kepada orang yang paling dituakan atau
memiliki jabatan tertinggi sebagai bentuk hierarki kehormatan.
- Jangan Membuka di Depan Pemberi: Berbeda dengan budaya Barat,
sangat tidak sopan membuka kado langsung di depan si pemberi kecuali
diminta. Hal ini untuk menghindari rasa kecewa jika isinya tidak sesuai
harapan.
- Menolak Semu (Tui): Jangan kaget jika penerima
menolak hadiah Anda 1-2 kali sebelum menerimanya. Ini adalah basa-basi
kesopanan agar tidak terlihat serakah. Anda harus tetap bersikeras dengan
lembut sampai mereka menerima.
- Berikan Secara Privat (Opsional): Untuk konteks kantor, memberikan hadiah secara privat kadang lebih baik untuk menghindari kecemburuan sosial atau rasa tidak enak pada mereka yang tidak menerima.
![]() |
| Mug dan tumblr souvenir imlek fungsional |
Relevansi dalam Konteks Profesional
dan Tren Masa Kini
Dunia korporat modern menuntut
penyesuaian tradisi tanpa menghilangkan esensinya, terutama terkait budget
souvenir imlek kantor dan inovasi produk. Perusahaan harus cerdas
menyeimbangkan antara prestise dan efisiensi biaya.
- Pertimbangan Tren 2026: Mengacu pada tren souvenir
imlek 2026, hadiah yang mengarah pada wellness (kesehatan) dan
teknologi rumah tangga pintar mulai menggeser dominasi kue keranjang
tradisional.
- Isu Lingkungan: Souvenir imlek ramah lingkungan kini
menjadi nilai tambah. Menggunakan kemasan reusable (seperti tas
kain atau kotak kayu) menunjukkan bahwa Anda peduli pada keberlanjutan,
yang meningkatkan citra perusahaan.
- Personalisasi: Menambahkan kartu ucapan tulisan tangan atau
grafir nama pada hadiah memberikan sentuhan personal yang jauh lebih
berharga daripada harga barang itu sendiri.
- Kesesuaian Budget: Tidak perlu memaksakan hadiah
mewah jika cashflow tidak memungkinkan. Teh premium atau set buah
berkualitas tinggi sudah sangat layak dan sopan asalkan dikemas dengan
benar.
Pentingnya Timbal Balik atau Reciprocity
Dalam budaya Tionghoa, hubungan
adalah jalan dua arah, sehingga menerima hadiah juga membawa tanggung jawab
moral tersendiri.
Memahami konsep timbal balik
memastikan siklus hubungan baik terus berputar.
- Kewajiban Membalas: Jika Anda menerima hadiah,
etika dasarnya adalah memberikan balasan di kesempatan lain (tidak harus
saat itu juga) dengan nilai yang setara atau sedikit lebih tinggi.
- Menolak Amplop Merah (Angpao): Jika Anda sudah dewasa dan
bekerja, namun masih ditawari angpao oleh tetua, menolaknya dengan sopan
adalah hal wajar, meski akhirnya seringkali harus diterima agar tidak
menyinggung.
- Jangan Mengembalikan Hadiah yang Sama: Memutar kembali hadiah
(regifting) yang Anda terima kepada orang lain dalam lingkaran yang sama
sangat berisiko ketahuan dan dianggap tidak menghargai.
FAQ
1.
Apakah
boleh memberi hadiah saat Tahun Baru Imlek?
Tentu saja. Memberikan
hadiah saat Imlek bukan hanya diperbolehkan, tetapi merupakan tradisi yang
sangat dianjurkan. Ini adalah cara simbolis untuk mempererat hubungan (guanxi),
menunjukkan rasa hormat, serta mendoakan kemakmuran dan kesehatan bagi penerima
di tahun yang baru.
2.
Apa
saja yang tidak boleh dilakukan saat Imlek?
Selain pantangan dalam
memberikan hadiah (seperti jam atau sepatu), ada beberapa aktivitas yang
dihindari pada hari H Imlek. Di antaranya adalah menyapu lantai (dianggap
membuang rezeki), menggunakan benda tajam seperti gunting/pisau (memutus
keberuntungan), dan mengucapkan kata-kata negatif yang berkonotasi kematian
atau kesialan.
3.
Apakah
angpao harus genap?
Ya, nominal uang dalam
angpao sebaiknya berjumlah genap karena angka ganjil sering diasosiasikan
dengan uang duka di pemakaman. Namun, hindari angka 4 (empat) meskipun genap,
karena pelafalannya mirip dengan kata "mati". Angka yang mengandung unsur
8 (delapan) sangat disukai karena melambangkan kekayaan.
4.
Bagaimana
jika saya tidak sengaja memberikan hadiah yang tabu?
Jangan panik. Dalam
tradisi, penerima biasanya akan memberikan koin atau uang kecil kembali kepada
Anda. Ini adalah simbolisme bahwa mereka "membeli" barang tersebut
dari Anda, sehingga mengubah makna pemberian menjadi transaksi jual-beli untuk
mematahkan nasib buruk. Cukup sampaikan permohonan maaf yang tulus.
5.
Apakah
boleh memberikan uang tunai selain dalam bentuk angpao merah?
Sangat tidak
disarankan. Etika memberikan uang saat Imlek mengharuskan penggunaan amplop
merah (Hongbao). Memberikan uang secara terbuka tanpa pembungkus
dianggap tidak sopan, kasar, dan menghilangkan makna simbolis penyaluran
keberuntungan serta perlindungan dari energi negatif.
Memahami etika memberikan hadiah
Imlek bukan sekadar menghafal daftar pantangan, melainkan sebuah investasi
emosional dalam hubungan antarmanusia.
Bayangkan rasa tenang yang Anda
miliki ketika mengetahui bahwa setiap bingkisan yang Anda serahkan telah
"berbicara" bahasa penghormatan yang tepat, memperkuat ikatan dengan
kolega maupun keluarga.
Jangan sampai ketidaktahuan kita
menjadi penghalang rezeki atau hubungan baik di tahun yang baru.
Mari kita jadikan momen Imlek ini
sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas diri kita melalui perhatian
terhadap detail dan tradisi.
Selamat merayakan dan semoga keberuntungan menyertai setiap langkah Anda.

.webp)
.webp)
.webp)
.webp)
